Pendidikan Anggota

Pendidikan Anggota yang merupakan agenda tahunan KWSG, kali ini dihelat di pulau Dewata Bali tepatnya di Nusa Dua pada 18-20 September. KWSG memberangkatkan  sekitar 300 anggotanya via maskapai Citilink dan Lion dengan akomodasi  menginap di Hotel Inaya Putri.

Acara Pendidikan Anggota 2015 yang menempati hallroomHotel Inaya Putri malam itu, dibuka dengan jargon “ KWSG Jaya, Anggota Sejahtera”, oleh ketua pengurus KWSG. Dalam sambutannya, Edi Kartika mendukung penuh adanya Pendidikan Anggota dan berharap agenda tahunan ini semakin menyinergikan para anggota dan pemangku kepentingan agar bisa meningkatkan perolehan SHU ke depannya. “ Pak Menteri sangat mengapresiasi sekali dengan adanya pabrik Gress Board Mojosari ” terangnya. Kedatangan Menkop & UKM (18/09) lalu, selain meresmikan pabrik Gress Board dan penandatanganan Prasastinya, juga menandatangani 4 Prasasti kantor dan gudang baru PBB KWSG Bandung, Karawang, Jatiasih Bekasi, Rembang, lanjutnya.

IMG_5973

Dalam moment tersebut, Edi Kartika dihadapan para peserta juga menjelaskan kinerja KWSG sampai dengan bulan Agustus, yaitu tercapai omzet 1,76 trilliun. Sementara itu, Bambang Djoko Sulistyo selaku Ketua Pengawas KWSG, juga menyambut baik adanya Pendidikan Anggota kali ini karena dengan pendidikan anggota diharapkan bisa membangkitkan lagi antusiasme anggota dalam berkarya di koperaso dan mendukung kinerja koperasi itu sendiri agar bisa meningkatkan pendapatan SHU anggota itu sendiri pada akhirnya.  Ketua Pengawas juga menyampaikan rasa salutnya terhadap kinerja KWSG ditengah himpitan ekonomi Indonesia tahun 2015 dengan pasar yang sedang lesu ini,  KWSG mampu beroperasi dan konsisten dalam menjalankan roda bisnisnya terutama di perdagangan bahan bangunan.

Kegiatan Pendidikan Anggota kali ini menghadirkan pembicara asal Surabaya yaitu Christine Wu dengan materi : Never Give Up. Materi ini bertujuan menumbuhkan jiwa optimisme dan semangat pantang menyerah dalam mengahadapi masalah,  dengan sugesti diri: saya adalah pribadi bernilai, unggul, dapat menjadi teladan, siapa pun, kapan pun, di mana pun.

Penulis buku Sukses Itu Wajib ini juga menangkat filosofi 5 jari dalam menggambarkan emosi, perasaan, dan karakterperasaan dalam diri manusia.

Christine Wu merampungkan acara ini dengan melakukan renungan yang bertujuan agar para peserta ini bisa berintrospeksi terhadap diri mereka masing-masing.